logo

Mengenal Tahapan Tumbuh Kembang Bayi 0-6 Bulan

Mengamati perkembangan dan pertumbuhan bayi adalah hal yang bisa dinikmati orangtua baru. Tapi di sepanjang tumbuh kembang bayi, seringkali terselip pertanyaan “anakku pertumbuhannya normal nggak ya?” Apakah Mams pernah memikirkan hal serupa?

Pertanyaan itu seringkali muncul ketika membandingkan si kecil dengan anak lain seusianya. Namun perlu diingat, perkembangan dan pertumbuhan setiap anak tentu berbeda-beda. Tidak bisa disamaratakan.

Daripada resah dan khawatir akibat membandingkan anak dengan teman seusianya, ada baiknya Mams mengetahui tahapan tumbuh kembang bayi sesuai usianya. Usia 0-6 bulan adalah masa pertumbuhan yang pesat untuk si kecil, dan berikut ini tahapan-tahapannya.

1. Bayi Usia 1 Bulan

sumber: freepik.com

Bayi usia satu bulan umumnya belum mengalami banyak perkembangan. Mata mereka baru bisa melihat dari jarak 18 hingga 45 cm. Sementara berat badan mereka menyusut di hari-hari pertama, tapi akan segera meningkat di hari-hari berikutnya.

Normalnya, bayi berusia 1 bulan berjenis kelamin perempuan memiliki berat 4,3 kg dengan panjang 53,7 cm, sedangkan laki-laki berat rata-ratanya menjadi 4,5 kg dengan panjang 54,7 cm. Lingkar kepalanya juga bertambah hingga 2,5 cm jika dibandingkan lingkar kepala saat lahir.

2. Bayi Usia 2 Bulan

sumber: pexels.com

Jika gerakan bayi berusia satu bulan masih refleks, beda halnya dengan bayi 2 bulan yang sudah bisa membuka dan menutup jarinya. Mereka juga mulai bisa merespons suara di sekitarnya, tersenyum, dan bahkan menggapai benda di dekatnya.

Sementara itu dari segi berat badan, bayi 2 bulan minimal memiliki kenaikan bobot 900 gram. Llingkar kepalanya rata-rata naik 1,25 cm setiap bulannya.

3. Bayi Usia 3 Bulan

sumber: freepik.com

Di usia ini, bayi mulai bisa merentangkan kedua kaki dan tangan, berguling, mengangkat kepala dan bahu 45-90 derajat, mendongak untuk mencari suara, serta matanya sudah bisa mengikuti pergerakan benda. Jika diperhatikan lebih jeli, bayi tiga bulan juga mulai bisa menirukan ekspresi, tersenyum lebih jelas, serta mulai mengoceh.

Dari segi berat badan, bayi minimal harus naik 800 gram, namun bobotnya tidak boleh lebih dari 6,5 kg.

4. Bayi Usia 4 Bulan

sumber: pexels.com

Bayi usia 4 bulan setidaknya mengalami kenaikan berat badan 600 gram dibanding bulan sebelumnya. Bayi juga mulai bisa duduk meski harus dibantu, belajar telungkup dan terlentang, serta mengoceh lebih banyak.

Bayi bisa mengangkat tegak kepalanya ketika telungkup. Saat duduk, bayi juga bisa mengangkat kepalanya meski hanya sebentar. Tapi, ini bukan berarti bayi sudah siap belajar makan ya, Mams. Pencernaan bayi belum benar-benar siap di usia 4 bulan untuk menerima nutrisi selain asi dan susu formula sesuai usianya.

5. Bayi Usia 5 Bulan

sumber: freepik.com

Bayi usia 5 bulan memiliki target pertambahan berat minimal 500 gram. Namun, bukan berarti terlalu gendut itu sehat, ya! Bayi tidak boleh memiliki berat lebih dari 8 kg atau berada di area kuning grafik KMS. Jadi, selalu pantau berat badan bayi agar tidak mengarah ke obesitas yang akan mempengaruhi perkembangannya selanjutnya, ya Mams!

Perkembangan bayi berusia 5 bulan juga makin terlihat jelas. Bayi mulai bisa duduk dengan bantuan dalam jangka waktu lama, berguling lebih mudah, tersenyum saat melihat dirinya di cermin, dan menangis saat mainannya diambil. Bayi juga bisa meraih kaki dan mengarahkan ke mulutnya sendiri, memindah benda dari tangan kanan ke kiri, mengucapkan dua kata yang diulang, seperti “ba-ba” atau “ya-ya”.  Bayi juga mulai bisa membedakan orang yang sering ada disekitarnya dengan orang asing, loh! Jadi, jangan heran jika bayi mulai pilih-pilih dengan orang yang menggendong atau suka rewel jika bertemu orang asing.

6. Bayi Usia 6 Bulan

sumber: pixabay.com

Bayi berusia 6 bulan memiliki berat rata-rata 7,3 kg dengan panjang 65,7 cm untuk bayi perempuan. Sedangkan bayi laki-laki, beratnya 7,9 kg dengan panjang 67,6 cm.

Di usia ini, bayi mulai bisa duduk tegak dengan bertumpu pada tangan, berguling ke dua arah, dan mengambil benda kecil. Bayi juga mulai ngeh saat dipanggil namanya, lo Mams!

Begitulah tahap tumbuh kembang bayi mulai dari 0 hingga 6 bulan. Kalau Mams merasa si kecil tidak mengalami pertumbuhan atau perkembangan sesuai dengan usianya, segera konsultasikan ke dokter. Sebisa mungkin jangan dianggap sepele, apalagi sampai menganggap tumbuh kembang anak yang tidak sesuai disebabkan faktor keturunan. Tidak seperti itu ya, Mams. Bisa jadi, ketidaksesuaian tumbuh kembang anak dengan usianya adalah indikasi adanya malnutrisi atau bahkan silent disease yang berbahaya. Semoga bermanfaat!

 

share

Kategori
Baca juga
image

Si Kecil Bertingkah Nakal? 7 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Kenakalan pada anak adalah hal yang umum terjadi. Terkadang anak mendadak tidak patuh, tidak mau…
image

8 Cara Menjadi Ibu Terbaik bagi Si Kecil

Ibu mana sih yang nggak mau menjadi sosok yang terbaik untuk anaknya? Semua Ibu, tidak…
Tentang kami

Happymams.id adalah platform komunitas mams yang memberi info seputar parenting, lifehack, dan pengelolaan keuangan rumah tangga.

Ikuti Kami

© 2022 Happymams.id All rights reserved.